Langsung ke konten utama

Psikologi Pendidikan: Critical Book Review 1

 

     
A. Identitas Buku
       Nama Penulis  : Drs. Noehi Nasution,
                                      MA, dkk
  Judul Buku      : Materi Pokok Psikologi
                             Pendidikan
  Penerbit           : Universitas Terbuka,
                             Departemen Pendidikan  
                             dan Kebudayan
  Kota                : Jakarta
  Tahun              : 1993
  Halaman          :  272 hal
            B.    Isi Buku
             1.      Prinsip-Prinsip Dan Bentuk-Bentuk Belajar
            Belajar dalam arti luas dapat diartikan sebagai suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil dari terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya tingkah baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau oleh adanya perubahan sementara karena sesuatu hal. Adapun menurut Gagne, ada lima kategori hasil belajar, yaitu informasi verbal, kemahiran intelektual, pengaturan kegiatan kognitif, keterampilan motorik, dan sikap.
2.      Perkembangan Anak Usia SD
            Masa sekolah dasar dapat dikatakan masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari enam tahun hingga kira-kira usia sebelas atau dua belas tahun. Pada masa ini adalah masa matang untuk belajar maupun untuk sekolah. Karena pada masa ini, anak-anak sudah berusaha untuk mencapai suatu dan sudah menginginkan kecakapan-kecakapan baru, yang dapat diberikan oleh sekolah.  
            Adapun menurut Jean Piaget, perkembangan intelektual anak usia SD itu berlangsung melalui skema yang dipunyai. Hal ini merupakan penggambaran internal mengenai kegiatan fisik atau mental. Selain itu, Piaget juga mengemukakan fase-fase perkembangan kognitif anak, dimulai dari sensorimotor (0-2 tahun), intuitif atau praoperasional (2-7 tahun), operasi konkret (7-11 tahun) dan operasi formal (11-16 tahun).
3.      Proses Belajar
            Menurut Fontana, Proses belajar adalah suatu perubahan yang terus-menerus terjadi dalam perilaku individu sebagai hasil dari pengalaman. Lebih lanjut Skinner berpendapat bahwa proses belajar ada 3 tahap, pertama adanya rangsangan atau stimulus yang dihadapkan pada murid, kedua yaitu lahirnya perilaku atau behavior dan ketiga yaitu penguatan atau reinforcement yang mengikuti perilaku yang lahir.
4.      Model dan Metode Mengajar
            Model mengajar ialah suatu rencana atau suatu pola pendekatan yang digunakan untuk mendesain pelajaran. Model mengajar mengandung strategi mengajar yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang diinginkan. Selama 30 tahun terakhir, paling tidak ada empat rumpun model mengajar, yakni model pemrosesan informasi, personal, sosial dan perilaku.
5.      Penilaian Hasil Belajar
            Dalam proses pembelajaran, hakikat penilaian dalam pengembangan kognitif, afektif dan psikomotoris adalah menjadi tugas pendidik. Inilah sebabnya, seorang pendidik harus dapat mengembangkan, mengadministrasikan dan memberikan nilai pada ketiga ranah tersebut. Dengan cara mengukur kemampuan kognitif melalui tes objektif secara tertulis, kemampuan afektif dengan cara observasi atau tertulis dan kemampuan psikomotoris dengan observasi.
6.      Diagnosis Kesulitan Belajar Dan Perbaikan Belajar
            Istilah diagnosis berasal dari bahasa Yunani Proses pemeriksaan terhadap hal yang dipandang tidak beres. Dengan demikian, diagnosis kesulitan belajar dilakukan jika guru mengidentifikasi adanya kesulitan belajar pada muridnya.
            Hal ini bisa disebabkan banyak faktor, seperti rendahnya kemampuan intelektual anak, gangguan perasaan, kurangnya motivasi dalam belajar, kurang matangnya anak untuk belajar, kebiasaan belajar yang kurang baik, tidak adanya dukungan dari lingkungan belajar dan proses belajar-mengajar yang tidak sesuai.
            Adapun prosedur seorang guru dalam melaksankan perbaikan belajar adalah menganalisis hasil diagnosis kesulitan belajar siswa, menentukan bidang mana yang perlu mendapat perbaikan, menyusun program perbaikan,  dan menjalankan program perbaikan belajar.
C.    Manfaat Buku Untuk Guru Biologi
            Menurut saya, buku “Psikologi Pendidikan” ini sangat bermanfaat bagi seorang guru biologi, kenapa? Karena objek pembahasan psikologi yang berhubungan dengan jiwa manusia, erat kaitannya dengan manusia yang merupakan makhluk hidup. Yang mana makhluk hidup adalah objek pembahasan biologi sendiri. Jadi secara tidak langsung, seorang guru biologi dengan membaca dan memahami buku psikologi pendidikan ini akan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialaminya dalam proses belajar-mengajar.
            Dengan memahami buku ini, seorang guru biologi dapat menerapkan teori behaviorisme yang mana guru tersebut senantiasa memberikan stimulus berupa kuis kepada siswanya terkait materi yang akan dibahas dan akan melihat respon atau tanggapan yang diberikan siswanya.
            Guru biologi juga dapat memahami perbedaan-perbedaan yang terdapat pada siswanya. Dan menjadikan perbedaan tersebut sebagai rujukan untuk merancang suatu model pembelajaran yang menarik, kreatif dan inovatif di setiap materi yang dipelajari, agar kondisi jiwa siswa tersebut tidak bosan dan merasa nyaman belajar biologi. Contohnya dalam materi pertumbuhan dan perkembangan, ia mencontohkan dengan menanam kecambah pada media botol minum bekas, atau belajar diluar kelas sambil mengidentifikasi tumbuhan monokotil dan dikotil.
            Contoh lainnya ketika seorang guru biologi akan mengadakan praktikum tentang fotosintesis, tentunya didalam satu kelas tersebut, pasti ada yang kurang memahami materi dan tidak mahir dalam kegiatan praktikum, namun ada juga yang menguasai materi dan mahir dalam praktikum. Lantas guru tadi karena sudah memahami psikologi pendidikan, ia mendiagnosis permasalahan belajar tadi dan dia termukan solusi nya, misalnya dengan membentuk kegiatan praktikum secara berkelompok, dan jika ada yang gagal dalam praktikum, guru akan mencoba membuat perbaikan (remedial) agar siswa tadi dapat benar-benar memahami materi yang sedang dipelajari.



          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Species???

Hewan Apakah Ini?      Hewan ini saya temukan pada tahun 2018 yang lalu, saat sedang mengikuti kegiatan Lesehan Ilmiah Jurusan Pendidikan Biologi Stambuk 2018 yang dilaksanakan di Taman Wisata Alam Sibolangit. Hewan ini berbentuk pipih dan berukuran sangat kecil. memiliki belang hitam dan kuning di tubuhnya, dan kepalanya berbentuk seperti martil. gerakannya juga lambat. Saya menemukannya ketika hewan ini berada diatas daun dan mencoba meraih daun lainnya.       Berdasarkan keterangan Gaet yang bersama kami waktu itu, beliau tidak tahu jenis hewan apakah ini, karena hewan-hewan kecil yang hidup di tumpukan dedaunan dan semak belukar masih sedikit yang dapat diidentifikasi.        Saya terus mencari artikel yang bisa dijadikan petunjuk mengenai hewan apakah ini, dan ternyata hewan ini adalah cacing kepala martil. Menurut para ahli, kemungkinan hewan tersebut adalah spesies yang belum teridentifikasi...

Psikologi Pendidikan: Kelompok Hp Xiaomi

    Assalamu'alaykum dan salam sejahtera bagi kita semua. Perkenalkan kami dari kelompok Hp Xiaomi.     Disini kami menganalisis Buku yang berjudul Hypnosis in Teaching cara Dahsyat mendidik dan mengajar. Adapun yang kami analisis adalah apa saja intisari dalam buku ini yang dapat kami jadikan bantuan referensi dan tambahan dalam proses pembelajaran Biologi. Setelah kami analisis ternyata banyak hubungan antara psikologi pendidikan dengan pembelajaran Biologi, saling berhubungan.      Diantara intisari tersebut ialah: 1. Senantiasa melakukan hipnosys teaching dalam pembelajaran Biologi      Seperti seorang guru biologi yang senantiasa memberikan nasehat, motivasi kepada peserta didik agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik. 2. Metode eye contact      Seorang guru biologi harus dapat melakukan kontak mata dengan siswanya agar pembelajaran lebih hidup dan terjadi interaksi antara guru dengan murid, den...

Ngaji Bareng Di TVRI Bersama Buya Amiruddin

     Mahasiswa Pendidikan Biologi-3 dan 4 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara sangat antusias menyambut kegiatan Ngaji Bareng di TVRI yang dicanangkan oleh Buya Amiruddin selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Bahasa Inggris. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 23 Mei 2019 dengan Buya sendiri yang menjadi penceramahnya.       Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami mendapatkan ilmu dan pencerahan rohani dari Buya tentang "Alquran sebagai Pedoman Hidup Manusia". Sekaligus menambah pengalaman kami tentang bagaimana proses syuting suatu acara di TV yang biasanya kami hanya melihat dilayar kaca TV. Kami ucapkan terimakasih kepada Buya selaku dosen kami yang telah memberikan kesempatan kepada kami mengikuti pengajian ini, semoga ilmu yang disampaikan menjadi amal jariyah juga buat Buya, Aamiin...